ketemu kamu

Sebulan lebih lamanya tak kulihat dirimu. Terakhir ku melihatmu sedang tertidur pulas, pulas sekali hingga aku tak berani membangunkanmu. Hanya sempat ku cium keningmu dan kupotong kuku kakimu yang telah memanjang. Entah, aku lupa kapan terakhir kali kau minta aku merapikan kuku tangan dan kakimu. Sudah lama sekali atau aku yang banyak melupakanmu?

Sekali lagi kubelai wajahmu, kau masih pulas dengan mimpi indahmu. Ku pandang sekali lagi wajahmu sebelum ku beranjak pergi, ‘ah, masih kau yang berwajah polos, aku sayang padamu, ujarku dalam hati’.

—————————–

Dua malam yang lalu tiba-tiba kau datang, aku sempat kaget melihat kehadiranmu yang tiba-tiba. Aku heran kenapa bapak dan yang lainnya tak melihat kedatanganmu. Tapi tak apalah, kau tampak lebih segar dan muda.

Sempat ku tanya kenapa kau datang kemari dan dia hanya menjawab “pengen main aja”.

Pertemuan malam itu begitu singkat, kau bergegas pergi sebelum habis rasa rinduku, rindu kami keluargamu.

—————————–

sahur..sahur….

wah sudah saatnya sahur ternyata, ku buka mataku perlahan

dan masih diruang yang sama sebelum aku bertemu denganmu

Mungkin hanya lantunan doa yang kan mengobati rasa rindu ini, semoga kau bahagia disana

Adikku.

~ oleh herdyah di/pada September 5, 2008.

Tinggalkan Balasan