ketemu kamu

•September 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sebulan lebih lamanya tak kulihat dirimu. Terakhir ku melihatmu sedang tertidur pulas, pulas sekali hingga aku tak berani membangunkanmu. Hanya sempat ku cium keningmu dan kupotong kuku kakimu yang telah memanjang. Entah, aku lupa kapan terakhir kali kau minta aku merapikan kuku tangan dan kakimu. Sudah lama sekali atau aku yang banyak melupakanmu?

Sekali lagi kubelai wajahmu, kau masih pulas dengan mimpi indahmu. Ku pandang sekali lagi wajahmu sebelum ku beranjak pergi, ‘ah, masih kau yang berwajah polos, aku sayang padamu, ujarku dalam hati’.

—————————–

Dua malam yang lalu tiba-tiba kau datang, aku sempat kaget melihat kehadiranmu yang tiba-tiba. Aku heran kenapa bapak dan yang lainnya tak melihat kedatanganmu. Tapi tak apalah, kau tampak lebih segar dan muda.

Sempat ku tanya kenapa kau datang kemari dan dia hanya menjawab “pengen main aja”.

Pertemuan malam itu begitu singkat, kau bergegas pergi sebelum habis rasa rinduku, rindu kami keluargamu.

—————————–

sahur..sahur….

wah sudah saatnya sahur ternyata, ku buka mataku perlahan

dan masih diruang yang sama sebelum aku bertemu denganmu

Mungkin hanya lantunan doa yang kan mengobati rasa rindu ini, semoga kau bahagia disana

Adikku.

ketika semua mulai menghilang

•September 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aku terbangun,

hah dimana aku

kemana semua orang? kenapa begitu gelap

kugerakkan tanganku, kucari tubuhku

tak terasa

begitu ringan

seperti kapas

hei ada apa ini?

kucoba teriak

suaraku tak keluar

aku hanya berbicara dalam imajiku.

Serentak terdengar derap kuda,

debunya tercium menyesakkan nafas

begitu dekat, namun tak kurasa

hanya pekat debu yang ditinggalkannya

masih menyisa di rongga jiwa

kucoba ingat siapa aku

bodoh, aku lupa

Ab…

Be…

Lis..

ah bukan

aku tak ingat

apa aku gila?

apa aku buta?

apa aku mati?

tapi aku tak tuli

hela nafas masih kurasa

satu..dua..

sebelum melemah

dengan hela panjang

——————

Tidak aku bukan pengecut

aku kuat,

kusebut berkali-kali namaMu

ku akui betapa lemahku

betapa hinaku

hanya sentuhanMu

dan mentari mulai bersinar

———————

tersengal,

degup jantungku naik-turun

seperti dipacu

aku kembali

bersujud ku dihadapMu

sekuntum bunga tidur

•Agustus 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

mimpi?

apa itu mimpi,

adakah orang yang belum pernah bermimpi?

dari mana datangnya mimpi?

apa ceritanya kita rangkai sendiri?

siapa sutradaranya?

siapa produsernya?

siapa artisnya?

apa kisahnya diambil dari kisah nyata?

atau khayalan sang pujangga?

Mimpi,

kadang dirindukan

meski ada yang ketakutan

mimpi,

sekuntum bunga tidur yangkan layu kala terjaga

The misterius Guy

•Agustus 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Alex,

begitulah aku mengenalnya malam tadi.

Entah dari mana dia datang tiba-tiba saja dia sudah ada disampingku.

Sumpah, aku belum pernah aku mengenalnya, namun mengapa wajahnya begitu familiar?

coba kuingat-ingat…oh dia mirip dengan lelaki yang mengiklankan rokok di TV.

atau malah rada mirip david beckham yah?

Mungkin campuran antara keduanya

Gagah, tampan, dan terkesan cuek

Kami duduk satu mobil bersama seorang ibu, entah siapa dia, aku pun baru melihatnya

Alex,ternyata dia cerewet sekali

dia memang seorang yang menyenangkan

mobil berhenti disebuah penginapan di puncak bukit, mirip gereja malah

bergaya eropa, lokasinya pun aku tak tahu.

Pemandangan begitu indah

kita sudah sampai, kata alex

akhirnya gak cuma jadi pendamping pengantin terus…omelnya

kami masuk kesebuah ruangan

sudah ada beberapa orang disana

ternyata orang tua alex dan beberapa saudaranya

hei…ada seorang pendeta, mau apa dia disini

belum habis rasa penasaranku, seorang menyuruh kami segera berlutut di depan pendeta

ayo kita menikah, ajak alex

Tak kusadar, kakiku melangkah dan ikut berlutut disamping alex

belum sempat aku mendengar apa yang dikatakan alex didepan pendeta, kini sudah tiba giliranku berkata

berkata apa?aku tak tahu, ada secarik kertas didepanku, bisa saja ku baca itu..tapi…

itu bukan bahasa agamaku

akhirnya doa kupanjatkan dalam hati, semoga pernikahan ini membawa kebaikan dan kami diberi anak keturunan yang baik.

disampingku, seorang wanita berpakaian mirip denganku bertanya

“kenapa kamu bisa disini, bagaimana, apa ceritamu kok bisa diterima sama orang tua alex?”

aku kaget terperanjat, ya Tuhan

bukannya ini hanya sebuah permainan, tapi kenapa semua mengira ini benar?

aku sudah punya seorang suami dan anak

kenapa aku menikah lagi?

apa yang akan kukatakan pada mereka?

aku berdosa?

Ku lirik Alex

ku tarik tangannya sebelum kami ditarik untuk diajak berpesta

lek, kita mesti bicara, kataku

ok, kata alek sambil memegang tangan ku erat

kami berjalan menyusuri ruangan dengan bunga rambat disisi-sisinya

orang – orang tampak sedang duduk menikmati makanan yang disajaikan dimeja

Lex, kamu tahu ini salah, aku dah punya suami dan anak

kenapa bisa jadi disangka kita menikan benereran? kataku

Aku tahu, aku menyukaimu, dan kita sudah menikah sekarang,

kau istriku jawab Alex

Wajahnya tampak senang, tampan sekali dia

Tapi bagaimana kalau mereka tahu, apa yang akan ku katakan? balasku pada Alex

Mereka tdak akan tahu, ini sangat jauh dari mereka, jawabnya ringan

Kau bisa kembali pada mereka, tapi kau juga istriku

kau unik, aku mencintaimu, sungguh

Tangannya memeluk tanganku erat

Aku merasa hangat,

Gila kataku dalam hati, kenapa aku bisa begini

Hatiku bergetar, ingin sekali aku memeluknya erat

Aku juga menginginkanmu

tapi dibenakku masih terbayang anak dan suamiku

mereka kehdupanku yang sebenarnya

Alex, kau hanya seberkas mimpi yang kan hilang ketika ku tersadar

Pintu kamarpun terbuka……

ternyata ini sudah pagi,

dan anakku masih tidur nyenyak disampingku

Namun hatiku masih bergetar, kenapa aku merindukanmu

Alex

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.